Ahmad Irfan AW

Servant

Arsip tag Hadhramaut

Asyraf Hadhramaut

Asyraf Hadhramaut dan Peranan Mereka Dalam Menyebarkan Islam di Asia Tenggara

Dr. Muhammad Hasan Al-Aydrus (Pengajar Sejarah Modern di Universitas Uni Emirat Arab )

Diketik ulang oleh : Abdullah bin Gasim Al-Aydrus

Bogor, 17 september 2005

Diterjemahkan dari Asyraf Hadhramaut, karya Dr. Muhammad Hasan Al-Aydrus Terbitan Darul Mutanabbi, Abu Dhabi – UAE

Penerjemah : Ali Yahya, Diterjemahkan atas biaya Alwi bin Shaleh Al-Aydrus

Diterbitkan oleh Abdullah bin Ahmad Assegaf bekerja sama dengan Penerbit Lentera, Jl. Melati Bakhti No.7 Jakarta 13430

Desain Sampul : Eja Ass.

Cetakan pertama, Sya’ban 1416 H/ Januari 1996

Daftar isi

Persembahan

untuk ayahku tercinta

Hasan Ahmad Alwi Alaydrus

yang telah berjasa sejak awal adanya naskah ilmiah ini

tanpanya risalah ini tidak akan ada

cinta dan penghargaanku hanya untuk beliau

Pengantar

Asia Tenggara dianggap sebagai wilayah yang paling banyak pemeluk agama Islamnya. Yang termasuk wilayah ini adalah pulau-pulau yang terletak di sebelah Timur India sampai Lautan Cina dan mencakup Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Islam masuk ke Asia Tenggara pada umumnya dan Indonesia pada khususnya dengan dakwah yang damai dan bukan dengan ketajaman mata pedang. Ia masuk dengan perantaraan orang-orang Arab Hadhramaut, dalam hal ini para syarif ( gelar untuk keturunan Rasul, Penj) dari keturunan Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa. Beliau diberi laqob (gelar) Al-Muhajir karena hijrah dari Bashrah setelah kota itu menghadapi serangan umum Khawarij dan pemberontakan orang-orang kulit hitam. Ketika itu ia memutuskan berngakat ke Hijaz dan menetap setahun di Madinah Al-Munawwarah ketika Makkah Menghadapi serangan orang-orang Qaramithah. Kemudian beliau melaksanakan haji dan thawaf mengelilingi ka’bah tanpa ada Hajar Aswad yang ketika itu bawa ke Hijr sehingga tempat batu itu menjadi kosong.

Kemudian Imam Ahmad bin Isa memutuskan hijrah ke Hadhramaut. Disana ia menghadapi orang-orang Khawarij, sehingga ia dan anak cucunya dapat menghapus mazhab Ibadhiy dan menyebarkan mazhab Syafi’i. Setelah itu salah satu cucunya Muhammad Shohib Marbath menyempurnakan perjalanannya dan menyebarkan mazhab Syafi’i di daerah Zhufar.

Para syarif hadhramaut juga hijrah ke Afrika Timur, India, dan Asia Tenggara untuk menyebarkan dakwah Islamiyah dan mengajarkan para penduduknya pokok-pokok ajrab agama yang hanif (lurus) ini.

Kita nanti akan sampai pada para da’i yang pertama dari kalangan syarif Hadhramaut yang memainkan peran pening dalam menyebarkan Islam di Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Yang paling penting diantara mereka adalah para da’i pertama yang berjumlah 9 orang dan dikenal dengan nama ‘Sunan’ yang artinya “wali” dan sebagian besar dari mereka adalah para syarif hadhramaut dari keturunan Ahmad bin Isa.

  Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: