Dalam pembuatan suatu konstruksi, dibutuhkan beberapa material untuk disambung atau dipotong, sehingga dibutuhkan alat untuk memotong material logam sesuai yang dibutuhkan dan/atau diinginkan. Pada proses pemotongan dibutuhkan torch yang berfungsi untuk mencampur acetylene dan oksigen serta mengatur pengeluaran gas campuran tersebut ke mulut pembakar, zat asam/oksigen dan acetylene dapat tercampur secara homogen didalam injektor. Nyala api zat asam – acetylene mempunyai tempratur paling tinggi bila dibandingkan dengan nyala api zat asam dengan bahan bakar gas yang lain. Dalam pekerjaan pemotongan, nyala api yang keluar dari pembakar torch memanskan bahan dasar yang akan dipotong, biasanya besi atau baja. Setelah sampai pada tempratur pembakaran zat asam ialah dimana besi atau baja akan terbakar dengan sendirinya. Prinsip pemotongan dengan zat asam ialah setelah baca dipanaskan sampai berwarna merah terang kemudian katup zat asam murni dibuka / zat asam disemburkan dengan tekanan yang cukup tinggi pada material akan teroksidasi dengan cepat. Hasil oksidasi akan mengakibatkan pemotongan pada bahan dasar. Zat asam murni untuk memotong disemburkan melalui lubang diantara nyala-nyala api pemanas. Nyala api pemanas pada torch berjumlah lebih dari satu dan berada disekeliling lubang zat asam potong.Pinsip kerja pada pembakar tekanan rendah atau injektor tekanan kerja zat asam lebih besar dari tekanan acetylene, misalnya : tekanan kerja asam = 1.5 Kg/cm2 sedangkan acetylene 0.3 Kg/cm2. zat asam masuk ke dalam pembakar dengan tekanan yang lebih besar melalui injektor, kecepatannya bertambah dan menarik gas acetylene ke dalam pipa pencampur kemudian kedua gas tersebut bercampur dan siap untuk dibakar yang keluar dari mulut pembakar

Iklan