Oleh: Murabbi-r Rūh Abuya DR. KH. M. Dhiyā’uddīn Kuswandhi (HafidzahuLlāh)
Dzulqa’dah 1434 H / 09 September 2013 | 15:13 GMT+7

Bagai…
Sekuntum Mawar asuhan rembulan tumbuh semalam seketika mekar laksana awan di taman rahasia istana sang sultan

Suci
indah
mewangi dan
menawan

Terdengar seruling Rumi
mengalun syahdu di hati
iringi tembang suci tentang cinta dan kerinduan abadi

O Sang pujangga istana biru

Sengajakah kau mewakili rasaku yang dirasuk sepi dan rindu pada keindahan tanpa batas
di balik debu

Bagai burung bulbul Fariduddin at-Tar yang abadi
aku berkicau tanpa henti
tuk ungkapkan rahasia di hati
luahkan rasa sepi tanpa tepi
demi dan semoga jiwa terobati.

Ah dikau
permai sukma yang azali.

Iklan