Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016 saya menghadiri Haul Sunan Gunung Jati di Keraton Kasepuhan, Cirebon. Saya berangkat dari Surabaya dengan Kereta Api Argo Anggrek Pagi relasi SBI – CI. Saya berserta Guru Mulia Syekh Dr. Dhiyauddin Qushwandhi dan Ustadz Dani (Pengasuh Rumah Qur’ani, Malang) tiba di Cirebon jam 14:30. Kami dijemput oleh Kang Ali, salah satu ahbāb Majlis Tasbih Nusantara Cirebon. Dari Stasiun kami langsung menuju Pesantren Ats-Tsaqofah As-Salafiyah di Megu, Weru, Cirebon. Pesantren ini diasuh oleh KH. Ahmad bin Hasan bin Abu Bakar bin Sholeh Ba’alawi. Santrinya berasal dari Malaysia, Aceh, dan sebagian juga dari wilayah di sekitar Jawa Barat. Kiai Ahmad sebenarnya keluarga besar Pesantren Benda Kerep yang memilih hijrah dari tempat asalnya dan membina pesantren di Megu, Cirebon, berdekatan dengan masjid bersejarah Masjid Kramat Megu.

Kami istirahat di pesantren ini. Selepat Isya’, di sela-sela acara inti yang baru akan diselenggarakan besok malamnya, Abuya Syekh Dr. Dhiyauddin Qushwandhi mengisi ceramah peringatan Tahun Baru Islam di sekitar Megu, Cirebon. Pada esok harinya kami menghadiri acara Istighosah di PP. Bina Mulia, asuhan KH. Imam  Jazuli bersama Syekh Prof. Dr. M. Fadhil Al Jailani Al-Hasani Al-Husaini

Iklan