225058_1985928057432_1520195124_2146063_5676287_n.jpg
IDR 4 km^…(kalikan sendiri)  di sebelah timur MADINAH MAKKAH YERUSSALEM

Menurut saya, berdasarkan ilmu yang telah Allah turunkan kepada saya melalui “channel semesta” atau yang dikenal dengan para Nabi dan Rasul [Lihat Catatan], kemudian turun lagi lagi dan lagi sambung menyambung tanpa putus sanad hingga sampai pada orang tua kita sendiri. Di sebagian tempat disebut dengan Ebes Emes, Guru, Adiguru, Mahaguru. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah “sisun sayang mentor”. Semua itu bersifat kasat mata. Ada juga yang bersifat MAYA (lathif/alusan) seperti melalui mimpi/ilham/wangsit.

Keberadaan satelit yang beredar di angkasa raya ini hanya mengotori alam semesta. Fungsinya juga tidak seberapa. Bagaimana kalau seandainya dibikin crowded frekuensinya sehingga berhenti siaran. Satelit juga manusia. Butuh Hari Raya. Butuh Istirahat.

Kalau cuma mau keliling dunia, sekarang sudah ada proyek 3D Mekanlar dari Turki. Lengkap dengan kacamata tiga dimensi yang bisa dibeli di AJBS Jl. Semarang (Depan Warung Lalapan Turi) atau di ACE Hardware. Kalau mau yang murah nyari di Gembong Lt. Dasar atau TP Lt. Dasar. In Syaa Allaah bekas tapi murah. Biasanya yang jual mahal memang yang sok mahal, padahal ga ada harganya. Ingat, 1 budak cerdas seperti saya ini tidak bisa dilamar dengan mahar 100 unta.

Kemudian untuk REAL TIME CCTV kita bisa meminjam salah satu LEVEL LUFFING CRANE yang ada di PT. PAL Indonesia untuk narik layangan. Layangannya dikasih kamera FULL HD sebanyak 313 biji/mata kamera buatan Reson Seabat  kalau perlu pakai frekuensi rendah tapi konstan dan real team. Hatta iwak peyek yang ada di laut juga akan terlihat. Bayi di dalam kandungan orang hamil sak Suroboyo juga akan kelihatan. Ini lebih dari sekedar NTMC Polwan.

Kemudian untuk adzannya, kita akan menggunakan bantuan FIBER OPTIK milik IndiSchool yang dipasang di tengah tengah antara RUMAH SAYA (69463) dan RUMAH MBAH SAYA (59315). Jadi ketika adik saya adzan di rumah, ke barat sampai ke kudus juga harus adzan semua, termasuk Masjid Akbar Surabaya. Waktu sholatnya yang dirata rata, berdasarkan perkawinan data terbit terbenam matahari dan bulan. Jamnya tetap pakai WIBB. Fahamilah.

Catatan:

Iklan