Pertama kali saya mengenal kefir sekitar tahun 2014. Saat itu ada yang jualan kefir di samping tempat tinggal saya. Langsung saja saya samperin karena penasaran dan pengen tahu rasanya. Alhamdulillaah saya termasuk tipe orang yang mau sama makanan apa saja selama halal dan bermanfaat 😊. Prinsip saya;

“Yang bermanfaat lebih baik dari yang cuma sekadar lezat”. Yang lezat aja mau, apalagi yang bermanfaat”.

Kefir adalah minuman fermentasi susu yang berasal dari daerah Kaukaus (Asia Tengah). Konon asal mula (bibit) kefir berasal dari Nabi Muhammad SAW sehingga minuman ini tergolong sunnah. Yang terpenting dari sunnah adalah: kita mencintai apa yang dicintai Nabi SAW. Dengan demikian, berharap kelak kita dikumpulkan bersama Nabi SAW. Dibalik setiap sunnah terdapat kejayaan.

Perbedaan kefir dan yoghurt terletak pada kandungan bakterinya. Kefir jauh lebih banyak kandungan bakterinya sehingga rasanya sangat kecut, namun manfaatnya pun lebih melimpah.

Mengenai manfaat kefir, sahabat bisa browsing di internet, bertebaran tulisan yang membahasnya.

Langsung saja saya akan tulis langkah-langkah membuat kefir sesuai pengalaman pertama saya membuat kefir (16/09/18).

Sebelum membuat kefir, pastikan sudah punya bibitnya. Harga bibit (berkisar) ~Rp. 100.000 per 100 gr. 100 gr bibit kefir dicampur dengan 2 liter susu murni. Sahabat tidak perlu khawatir harus membeli bibit lagi ketika akan membuat yang kedua kalinya karena setiap proses pembuatan selesai, bibit kefir bisa dipakai lagi dan bahkan terus berkembang (semakin melimpah).

1. Siapkan toples kaca yang ada tutupnya. Bisa juga menggunakan toples/wadah plastik yang terdapat penutup. Jangan menggunakan perangkat logam karena logam bereaksi dengan asam.

2. Masukkan bibit kefir, tuang sebagian susu, goncang wadah sekiranya bibit dan susu tercampur merata, diamkan sejenak, masukkan sisa susu semuanya, tutup rapat.

3. Letakkan toples di ruang yang gelap selama 24 jam.

4. Setelah mencapai 24 jam, aduk (dengan pengaduk non logam) kefir secara perlahan sampai tidak menggumpal. Cara mengaduk yang benar berlawanan arah jarum jam (putar kiri) karena berputar ke kiri memiliki makna putaran meninggalkan (dunia). Bumi sendiri berputar ke kiri maknanya dia meninggalkan dunia (menuju akhirat). Begitu juga orang berthawaf di Baitullah arahnya berputar ke kiri dengan makna yang sama.

5. Tuang ke wadah (non logam) dengan menggunakan saringan (non logam) sampai bibit dan kefir benar benar terpisah

6. Jika sudah tinggal ampasnya (gumpalan kefir + bibit) seperti gambar di atas, siapkan wadah lain, tuang perlahan air ke dalam saringan, aduk/ayak sampai benar benar tinggal bibitnya.

7. Air kefir yang encer hasil saringan nomer 6 masih enak untuk dikonsumsi.

8. Kefir siap dimasukkan ke dalam botol dan disimpan di dalam lemari pendingin (bertahan sampai 2 bulan) atau dibekukan (bertahan sampai 6 bulan).

9. Apabila bibit kefir mau proses lagi, langsung ulangi langkah dari awal.

10. Apabila bibit kefir mau disimpan, masukkan ke dalam toples, tambahkan susu murni dengan perbandingan 1:1 jika sudah sampai 2 minggu, ulangi langkah no. 6 s.d. no. 10. Jika sebelum 2 minggu mau dibikin lagi, cukup tambahkan susu murni.