Ahmad Irfan AW

Pelayaran Tak Bertepi Samudera Ketuhanan

Category Archives: Silsilah

Penyusunan Buku Silsilah Keluarga

Bismillāhirrahmānirrahīm

Menurut saya; Silsilah adalah sebuah catatan yang menjelaskan asal-asul, keturunan, serta hubungan kekerabatan suatu keluarga yang ditulis berdasarkan riwayat secara turun menurun atau berdasarkan hasil cacah jiwa (sensus). Silsilah dapat ditulis dalam bentuk diagram pohon, tulisan sejarah, atau dalam bentuk daftar nama. Pertama kali saya mengenal silsilah bermula ketika saya disuruh (e pakon) menggambar silsilah menggunakan komputer oleh almarhum paman KH. Moh. Tsabit Khazin (Guluk-Guluk, Sumenep) pada bulan Safar 1431 H. (Februari 2010). Sejak saat itu saya mulai tertarik untuk mempelajari silsilah. Alhamdulillāh berkat bimbingan beliau, sedikit demi sedikit saya mulai tahu nama-nama leluhur yang sebelumnya belum pernah saya ketahui, dapat menziarahi makamnya, serta dapat mengenal saudara baru, bahkan ada yang memang sudah kenal lama tapi baru tahu kalau masih saudara. Bagi saya, mengetahui silsilah keluarga merupakan nikmat tersendiri. Banyak hikmah di dalamnya.

Saat ini saya sedang menyusun buku silsilah keluarga untuk meneruskan usaha yang telah dilakukan oleh almarhum KH. Moh. Tsabit Khazin (Guluk-Guluk, Sumenep) dan almarhum KH. Muzammil Minhaji (Sumberanyar, Tlanakan, Pamekasan) dalam melakukan pencatatan silsilah  keluarga. Untuk itu diperlukan kerjasama antar sesama keluarga besar agar penyusunan silsilah ini dapat segera selesai dan dapat bermanfaat bagi keluarga besar pada khususnya sehingga dapat menjadi sarana silaturrahīm diantara keluarga. Bersatunya keluarga besar adalah bersatunya umat Islam.

Silsilah yang sedang saya susun adalah silsilah keturunan: KIAI ABDUL AKHIR (Dimakamkan di Arongan, Ganding, Sumenep) BIN KIAI DZU-SHIDQI (Bermukim di Karongkong, Matanair, Rubaru, Sumenep dan dimakamkan di Balang, Pakondang, Rubaru, Sumenep?) BIN KIAI ABDUL KARIM (Dimakamkan di Balang, Pakondang, Rubaru, Sumenep dan merupakan saudara KIAI MUBAN BATANG-BATANG) BIN KIAI SYITS BIN SUNAN CENDANA (Dimakamkan di Kwanyar, Bangkalan). Silsilah yang disusun adalah mencatat semua keturunan KIAI ABDUL AKHIR sampai keturunan yang ke-10. Penyusun sendiri adalah keturunan ke-8. Scara ringkas silsilah KIAI ABDUL AKHIR dapat dijelaskan sebagai berikut:

KIAI ABDUL KARIM BALANG diketahui berputra:

1. K. Abd. Quddus – Karangduak.
2. K. Abd. Adil – Balang.
3. K. Dzu Limmah – Kokap.
4. K. Dzu Shidqi – Karongkong.
5. K. Abd. Qodir – Panjalin.
6. Ny. Aminah – Toros.
7. Ny. Nur Syafi – Anjuk.

K. DZU-SHIDQI
diketahui berputra:
1. K. Abd. Akhir – Arongan.
2. Ny. Rasukma – istri Angung Sarba, Dampol.

K. ABD. AKHIR
diketahui berputra:
1. K. Abd. Qorib – Pakamban Daja.
2. K. Harun – Arongan.

KIAI ABD. QORIB (Bujuk Damar) BIN ABD. AKHIR
diketahui berputra:

1. K. ISMA’IL BIN ABD.QORIB– Kembangkuning.
berputra:
1.1. K. Zainuddin
1.2. Ny. Nursari – Kembangkuning.
1.3. K. Musthofa
1.4. K. Tijani
1.5. Syafrowi/Marzuqi
1.6. K. Mudarik – Panggung Galis.
1.7. K. Kolpoh

2. NY. MURDHIYAH BNT ABD. QORIB – Lembung.
berputra:
2.1. K. Idris – Patapan.
2.2. Ny. Nuri’a – Lembung.
2.3. K. Mas’ud – Lembung.

3. NY. RABI’AH BNT ABD. QORIB – Aengpanas.
berputra:
3.1. Ny. Nurdina – Aengpanas.
3.2. Ny. Dahni – Aengpanas.
3.3. Ny. Nurillah – Aengpanas.

4. NY. PANGGUNG BNT ABD. QORIB  – Toronan.
berputra:
4.1 Ny. Hasan (nenek K. Itsbat bin Ishaq bin Hasan) – Pamekasan
(mengenai keturunan Nyai Panggung saya masih menunggu tahqiq dari pihak Bani Itsbat).

5. K. SYIHABUDDIN BIN ABD. QORIB – Pakamban Daja.
berputra:
5.1. K. Syu’batul Iman – Panggung, Pakamban.
5.2. K. Fakhrul Islam – Panggung, Pakamban.

Apabila diantara para pembaca ada keterkaitan dengan tulisan ini, saya mengharapkan saran dan masukan untuk penyempurnaan. Jazakumullah.

format_silsilah

Contoh Format Penulisan Silsilah

Wallahu A’lam

Ttd. Ahmad Irfan AW
Sabajarin, Guluk-Guluk, Sumenep.
Tel./SMS/WhatsApp: 081803205501

Bahagia adalah Tujuan Terakhir dalam Hidup

BismiLlaah

Disarikan dari kajian Majlis Tasbih oleh: Guru Mulia KH DR M. Dhiyauddin Quswandhi (Emdeka Saka Guru) HafidzahulLâh tadi siang (Idul Qurb 1434 H.) di Pondok Pamulangan Luhur:

Sahabat

Semua manusia menginginkan kebahagiaan namun mengapa kebahagian tersebut justru hanya ada di depan kita? dan tak pernah bisa dialami dalam setiap keadaan? bahkan hanya menjadi harapan belaka?

Karena kita MENGGANTUNGKAN KEBAHAGIAAN pada TERCAPAINYA KEINGINAN dan kita jadikan kebahagiaan itu sebagai TUJUAN dan HARAPAN.

Padahal, kita tahu keinginan manusia tak terbatas sedangkan kemampuan manusia SANGAT TERBATAS. Maka jelas akan banyak harapan yang tak tercapai dan di situlah sumber penderitaan.

”Saya akan bahagia jika saya ……………………………….”

Kebahagiaan yang seperti ini adalah kebahagiaan inderawi yang tak lain hanyalah produk dari pikiran yang TAK DAPAT kita rasakan namun hanya ada dalam HAYALAN.

Lalu seperti apa KEBAHAGIAAN MAKNAWI yang SEJATI?

Kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan yang dialami/dirasakan oleh jiwa/ruh manusia. Kapan dan di mana? Di sini dan kini dalam pusat kesadaran.

Saudaraku, bilamana jiwa manusia telah merasakan kebahagiaan yang hakiki, maka semua menjadi Indah.

Lalu bagaimana mencapainya?

Saudarku, ruh itu akan mengalami kebahagiaan hanya apabila ia berdekatan dengan Allah. Ya, karena ia adalah pencinta (Al-Muhib) yang tak ingin berpisah dengan YANG DICINTAINYA (Al-MAHBUB). La Mahbuban Illa Allaah

Lalau apa yang memisahkan?

Selisih yang memisahkan. Ya, selisih antara kehendak diri dengan kehendak Allah yang memisahkan. Maka hiduplah dengan keridha-an niscaya Allah pun Ridha.

Siapa yang menciptakan selisih? Ego-lah yang menciptakan selisih. Ego-lah yang menciptakan kehendak diri. Ego-lah yang memisahkan yang satu dengan yang lainnya. Ego-lah yang memisahkan jiwa dan Tuhanya.

Hiduplah dengan KASIH maka kebahagiaan akan selalu datang tanpa syarat dan batas baik dalam menempuh sebab maupun akibat, proses ataupun hasil, laku dan tuju.

Ya, ia akan selalu hadir dalam hidup ini, kini dan seterusnya, dalam segala waktu dan keadaan selama-lamanya.

Semoga kita semua dapat merasakan kebahagiaan-Nya yang sejati abadan abadaa. Aamiin birohmatiKa Yaa Arhama-r Rahimin.

wa ShallAllahu ‘ala Sayyidina Muhammadin wa Aalihi wa Shahbihi wa Baarka wa Sallam. WalhamduliLlahi Rabbil ‘Aalamiin.

Semoga bermanfaat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.342 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: