Install Windows 10 Mobile

image

Alhamdulilaah, saat ini Windows 10 telah hadir dan dapat dipasang pada ponsel Lumia yang sebelumnya menggunakan OS Windows Phone 8.1 Denim seperti pada Lumia 1520, Lumia 930, Lumia 830, Lumia 730, Lumia 640 XL, Lumia 640, Lumia 540, Lumia 535, Lumia 532, Lumia 435, dan Lumia 430.

Sebelum memasang Windows 10 pada ponsel Anda, pastikan dulu apakah ponsel Anda bisa dipasang OS ini. Caranya, install [via Store/Bursa] aplikasi “Upgrade Advisor” (“Konsultan Peningkatan”, jika Anda menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa “resmi” ponsel Anda. Sebaiknya, gunakan selalu Bahasa Indonesia sebagai wujud cinta kita kepada bangsa dan negara). Jika ternyata ponsel Anda bisa dipasang OS ini, selanjutnya tinggal ikuti langkah-langkah pemasangan yang terdapat pada halaman ini.

Ada yang perlu diperhatikan sebelum masuk pada proses upgrade. Mungkin hal ini tidak dijelaskan pada petunjuk resmi Microsoft, tapi ini berdasarkan pengalaman saya pada saat upgrade Lumia 540 Denim ke Windows 10:

1. Pastikan kondisi baterai ponsel Anda dalam keadaan full untuk menghindari ponsel habis baterai sebelum proses selesai yang “mungkin” akan menyebabkan kegahalan pembaharuan.

2. Setelah semua data diamankan, atur ulang (format) ponsel Anda terlebih dahulu supaya aplikasi tambahan yang terdapat pada ponsel terhapus, sehingga memori ponsel tersedia dan ponsel Anda akan kembali ke pengaturan default, seperti “baru” lagi.

3. Setelah ponsel Anda sudah seperti “baru” lagi, selanjutnya tinggal proses upgrade dengan cara masuk menu pembaharuan telpon > periksa pembaharuan > unduh.

4. Pastikan Anda memiliki koneksi internet cepat dan stabil untuk memudahkan dalam proses pengunduhan software yang memiliki ukuran ~1,4 GB ditambah lagi untuk update aplikasi setelah proses upgrade.

5. Ada hal yang perlu diperhatikan lagi setelah proses upgrade Windows 10. Sebaiknya Anda jangan langsung memperbaharui aplilasi-aplikasi yang ada. Tapi, periksa kembali pembaharuan telpon, apakah masih tersedia lagi versi terbarunya? Jika masih tersedia, segera unduh dan pasang. Barulah setelah semua selesai dan ponsel Anda benar-benar telah menggunakan Windows 10 rilis terbaru, pembaharuan aplikasi-aplikasi tersebut bisa dilakukan.

Sebagai pengalaman saya dalam menggunakan Windows 10 pada ponsel Lumia 540 sejak beberpa hari lalu, saya akan sedikit mengomentari seputar Windows 10:

1. Windows 10 telah menyediakan pilihan kalender hijriyah pada aplikasi kalender default, sesuatu yang memang saya tunggu-tunggu. Tapi proses pergantian tanggalnya masih mengikuti standar UTC, tidak mengikuti standar waktu terbenam matahari sebagainya standar hijriyah yang sebenarnya. Selain kalender hijriyah, terdapat juga kalender regional lainnya.

2. Tampilan kalender bisa diset ke tampilan Agenda, Harian, Mingguan, Bulanan dan Tahunan. Pada tampilan harian, terdapat tabel waktu selama 24 jam dan garis waktu sebagai penunjuk waktu saat itu. Saya suka menulis catatan harian dengan aplikasi

3. Ikon SIM 2 (Inset SIM) selalu tampil, sehingga apabila ponsel tersebut hanya diisi 1 SIM, ikon tersebut tetap muncul sehingga mengganggu keindahan.

Bersambung…

Tulisan ini membantu? Komentari, Bagikan!
Terima kasih dan Mohon Maaf.

Cara Menggunakan Cruise Control Nissan X-Trail 2015

BismiLlāhi-r Rahmāni-r Rahīm.

Pada tulisan kali ini saya akan mengulas cara menggunakan cruise control berdasarkan pengalaman saya mengemudi mobil Nissan (X-Trail 2015).

Nissan adalah salah satu produsen mobil yang berasal dari Jepang, namun saat ini produk Nissan sudah diproduksi dan dipakai di berbagai negara, bahkan kendaraan operasional yang digunakan UN banyak menggunakan mobil Nissan (Patrol).

image

UNMIL

Kendaraan operasional UNMIL (United Nations Mission In Liberia) Image by: Luigi Pralangga.

Nissan (Patrol) juga pernah uji kemampuan mesin di Timur Tengah dengan menarik pesawat kargo seberat 180 Ton. Video: https://youtu.be/uCMquN-4i0w

Mobil Nissan juga bisa dibilang mobil Jepang dengan suspensi/stabilitas yang cukup baik apabila dibandingkan dengan mobil Jepang lainnya dengan harga yang setara.

Sekarang kembali ke pembahasan awal. Tombol cruise control pada Nissan X-Trail terdapat pada bilah kemudi sisi kanan dan terdiri dari tiga tombol.

Tombol ON/OFF berada pada posisi paling bawah, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan cruise control.

Tombol UP/DOWN berada di tengah, fungsinya untuk meng-aktifkan/mengunci kecepatan, menambah atau mengurangi kecepatan.

Tombol CANCEL berada pada posisi paling atas, berfungsi untuk menon-aktifkan sementara fungsi cruise control.

Untuk menggunakan curise control, tekan tombol ON terlebih dahulu kemudian tarik ke bawah tombol DOWN untuk mengunci laju mobil pada kecepatan saat itu (current speed). Misalnya saat itu kecepatan mobil 80 km/h, maka laju mobil tetap pada angka 80 km/h. Selanjutnya kecepatan bisa ditambah atau dikurangi dengan menggunakan tombol UP/DOWN.

Apabila ada hambatan atau ingin mengurangi laju mobil, tekan tombol CANCEL, cuise control akan dinon-aktifkan sehingga mesin berhenti bekerja dan perlahan-lahan laju mobil semakin pelan. Untuk meng-aktifkan kembali, ada dua pilihan, mengatur laju mobil pada kecepatan awal atau mengatur laju mobil pada kecepatan terkini. Misalnya pada saat menekan tombol CANCEL kecepatan mobil pada angka 60 km/h. kemudian perlahan-lahan laju mobil berubah menjadi 40 km/h, maka apabila mendorong ke atas tombol UP, kecepatan akan diatur ulang menjadi 60 km/h. sedangkan apabila menarik ke bawah tombol DOWN, laju mobil akan dikunci pada kecepatan saat itu (dalam contoh di atas kecepatan 40 km/h).

Penggunaan cruise control menghemat bahan bakar karena pasokan bahan bakar diatur mesin sehingga pengeluarannya konstan. Cruise control hanya bisa digunakan pada kecepatan 38 km/h ke atas.

image

Gambar kemudi Nissan X-Trail 2015 dengan bilah tombol cruise control. Image by: Ahmad Irfan AW.

Semoga bermanfaat.

Aplikasi Pencarian File Komputer “Everything”

Bismillāhirrahmānirrahīm

Everything adalah aplikasi ringan dan sederhana, tetapi sangat membantu pekerjaan kita dalam pencarian file di komputer. Saya tahu aplikasi ini dari sahabat saya Kang Mas Miftahul Huda beberapa tahun lalu.

Banyaknya file di komputer terkadang membuat kita lupa lokasi/folder penyimpanan filenya. Dengan aplikasi Everything, kita bisa mencarinya. Kalaupun tidak ingat nama filenya, asalkan ada bagian nama file yang kita ingat, In Syaa Allaah dengan mudah bisa ditemukan. Misalnya file dengan judul “konsquer1453.pdf”, kita lupa dengan kata “konsquer” tapi kita masih ingat dengan angka 1453 (dalam hal ini 1453 adalah angka tahun penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih), dengan memasukkan angka 1453 pada kolom pencarian, semua file yang memuat angka 1453 akan ditampikan sehingga kita tinggal mencari file yang kita maksud.

New Picture (1)

Kalaupun lupa semua nama filenya, asalkan ingat jenis filenya, kita masih bisa mencarinya dengan cara memasukkan ekstensi, misalkan ekstensinya “*.pdf” dengan mudah semua file berjenis *.pdf yang tersimpan dalam hardisk akan ditampilkan. Selanjutnya kita tinggal mencari file yang kita maksud.

New Picture (2)

Segera unduh aplikasinya secara gratis di sini. Jika dirasa bermanfaat, silahkan bagikan tulisan ini. Terima kasih.

 

Kemah Sufi Nusantara

BismiLlâhi-r Rahmâni-r Rahîm

Saudara dan sedulur tercinta, mari kita ikuti dauroh ruhiyah “Kemah Sufi Nusantara” yang akan dilaksanakan di Titik Nun Nusantara (Pulau Bawean) selama 5 hari. Bersama Syekh DR. M. Dhiyauddin Kushwandhi dan Syekh DR. Rohimuddin Nawawi Al-Bantani, serta Ulama lainnya.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini menjadi salah satu bagian dari cerita indah hidup kita bersama saudara-saudara kita se-Nusantara. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan pencerahan agung sehingga terberkatilah seluruh hidup kita. Aamiin.

Info selengkapnya dapat dilihat pada poster.

image

Haul Akbar ke-430 R. Noer Rochmat Sunan Sendang

Hari ini Selasa Pahing, 15 Sya’baan 1436 H. bertepatan dengan 2 Juni 2015 M. saya menghadiri peringatan Haul Akbar ke-430 Sunan Sendang Duwur di Paciran, Lamongan. Saya menghadiri majlis ini bersama Guru Mulia KH. DR. M. Dhiyauddin Qushwandi, KH. Mas Yusuf Muhajir, dan KH. Ma’shum Tirmidzi beserta ahbaab Majlis Tasbih Nusantara.  Rombongan berangkat dari ndalem Pengasuh Majlis Tasbih Nusantara, Griyo Taman Asri FA-03, Taman, Sidoarjo pukul 9 pagi. Awalnya kami mau lewat manyar, namun karena antri buka tutup jalur di jembatan setelah turun tol, kami memutuskan putar balik menuju Lamongan kemudian belok kanan di pertigaan sebelum Pucuk. Setelah sekitar 20 km menyusuri jalan pedalaman tembusan Sunan Drajat, kami sampai di pantura sebelah timur WBL. Kemudian belok kiri melewati WBL dan belok kanan naik bukit di akses menuju desa Sendangduwur. Tepat dzuhur rombongan tiba di lokasi haul. Kami mendapatkan jamuan makan siang di kediaman pemangku Sendangduwur yaitu Kiai…………. (masih lupa). Di sana sudah ada Pengasuh Pondok Pesantren Assetresiyah Darul Ubudiyah Si Mbah Yai Sarimbit. Beliau dari Pati. Kehadirannya beliau di lokasi acara tidak lain hanya karena ingin berkumpul bersama dengan para ulama yang menghadiri majlis haul
.

Setelah selesai makan selanjutnya kami berziarah ke Kanjeng Sunan Sendang yang dipimpin oleh Kiai Ma’shum Tirmidzi. Lokasi makam berada di tepi tebing perbukitan. Saya banyak menjumpai batu nisan khas Giri di sini.

Di dalam qubbah Sunan Sendang saya menyempatkan untuk berfoto bersama Mbah Yai Sarimbit dan KH. Mas Yusuf Muhajir. Yang paling kanan sendiri mas Wahid, salah seorang ahbaab Majlis Tasbih Nusantara Markaz Bawean.

Setelah selesai ziarah, kami pun langsung menuju Masjid Sunan Sendang untuk mengikuti rangkaian kegiatan haul, sementara Mbah Yai Sarimbit berpamitan pulang karena harus menghadiri acara yang lain.

image

Saya terkagum kagum dengan akhlaq beliau dan akhlaq para ulama Sufi. Seringkali saya jumpai mereka rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk suhbah (duduk bersama; bersilaturrahim). Maa Syaa Allaah… Mungkin karena luapan Cinta kepada Allâh dan kasih sayang kepada sesama atas dasar cinta kepada Allâh itulah yang menjadi pendorong dalam setiap aktivitasnya, sehingga tidak terasa lelah.

Acara berjalan seperti haul pada umumnya. Ceramah agama disampaikan oleh KH. Luthfi Mutawakkil Alallah dari Surabaya. Beliau menyampaikan tema lingkungan. Selesai acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Mas Yusuf Muhajir dan KH. DR. M. Dhiyauddin Qushwandi.

Dari FB hingga Dunia Nyata: Berkenalan dengan Keluarga Buntet Pesantren

Bismillāhi-r rahmāni-r rahīm

Buntet Pesantren adalah sebuah komplek pesantren yang terletak di Kecamatan Astanajapura, Cirebon. Pesantren ini didirikan oleh Mbah Muqoyyim pada tahun 1750 M. Sebelumnya Mbah Muqoyyim menjabat sebagai Mufti Keraton Kanoman, Cirebon. Namun setelah ada campur tangan Belanda di Keraton Cirebon, Mbah Muqoyyim memilih meninggalkan istana. Disaat beliau keluar dari lingkungan istana itulah beliau mendirikan sebuah pesantren yang menjadi cikal bakal Pesantren Buntet saat ini.

Mbah Muqoyyim bin Abdul Hadi memiliki menantu bernama Mbah Muta’ad bin Muridin. Mbah Muta’ad mempunyai dua istri. Istri pertama beliau bernama Ratu ‘Aisyah (Nyai Lor) dan istri kedua bernama Ratu Kidul (Pamijahan). Dari istri pertama lahirlah 1. Ny. Rohilah (Menikah dengan Kiai Kriyani Mufri Kraton), 2. Ny. Mu’minah (Menikah dengan Kiai Sa’id Gedongan), 3. Kiai Sholeh Zam-zam (Bendakerep), 4. Kiai Abd. Jamil (Buntet), 5. Kiai Raji’, dan 6. Kiai Abdul Karim. Dari istri kedua Mbah Muta’ad, lahirlah 8. Ny. Sa’udah, 9. Kiai Abdul Mun’im (Berputra diantaranya Wali Hasan, Banyuwangi), 10. Kiai Tarmidzi, 11. Nyai Karimah, dan 12. Nyai Muthi’. Dari nasab inilah banyak lahir ulama yang memperjuangkan Agama Islam dan menjadi penerus perjuangan para Wali, diantaranya adalah Kiai Abbas bin Abdul Jamil bin Muta’ad yang menjadi pemimpin pertempuran 10 November di Surabaya. Selengkapnya bisa dibaca di sini (klik). 

Riwayat nasab di atas saya peroleh ketika saya sowan ke ndalem KH. Rifqi Chowas di Darussalam Buntet Pesantren pada Desember tahun 2010. Pertama kali saya mengenal Buntet Pesantren dari media sosial FB. Tidak bisa dibayangkan, sekalipun  hanya melalui FB dan terlihat sepele, namun nyatanya sangat berarti, karena dari situ saya banyak mendapatkan hikmah.

Pada awal tahun 2010 (18 Februari) saya mencari nama Azmatkhan di FB untuk suatu keperluan. Saat itu saya baru kenal -secara tidak sengaja- dengan nama Azmatkhan dan sedang mencari tahu apa maksud dari nama tersebut. Saya menemukan beberapa nama Azmatkhan di FB, langsung saja saya menghubungi nama-nama tersebut. Diantara yang saya hubungi ternyata adalah salah satu keluarga besar Pesantren Buntet. Dari sinilah awal mula saya mengenal Buntet Pesantren beserta Keluarga Besarnya. Setelah terhubung di FB dan saling bersilaturrahim di dunia maya, sampai juga akhirnya mengenal secara nyata. Pertama kali saya berjumpa dengan keluarga Buntet pada 19 Mei 2010, tiga bulan setelah mengenal di dunia maya, waktu yang cukup singkat untuk sebuah ketidak sengajaan (sebenarnya bukan tidak sengaja, karena semua yang terjadi dalam kehidupan adalah dalam pengaturan-Nya). Saat itu, salah satu pesantren daerah di pesantren Buntet (asrama) Al-MUTTABA’ & AL-ANDALUCIA sedang mengadakan kegiatan rutin tahunan ziarah Walisongo. Ketika rombongan sedang berada di Makam Sunan Ampel, saya menyempatkan untuk sowan kepada beliau semua. Saat itulah pertama saya berkenalan di darat.

ahmadirfanaw

DI AMPEL: Dari Kiri: Ning Indah Wardah Hafse’, Ning Iffah Fuady, Bay Bashmah, saya, Gus Mido Syauqi Khan, Bay Sekar Aisyah Tajuddin, dan Nok Ratna Dewi Fathimah

Pada April 2011, saya hadir ke acara Haul Almarhumin Sesepuh Warga Pondok Buntet untuk menlanjutkan jalinan silaturrahim yang telah terbangun sebelumnya. Di sana saya berjumpa dengan keluarga Banten yang sebelumnya hanya kenal di FB. Selain hadir ke acara haul, saya juga bisa menambah silaturrahim.

ahmadirfanaw

DARI KIRI: Nok Devi Maysarah, Gus Yunus Al-Botoputih, Tubagus Sholeh, saya dan Tubagus Zain Al-Bakri Sempur

Pada Haul 2013 Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan untuk hadir lagi. Kali ini saya hadir bersama Ibu saya.

ahmadirfanaw

Sowan Ke Alm. KH. Luthfi Hakim Fuad Hasyim MA diantar Gus Naufal Fuad Hasyim (Sarung Hijau)

ahmadirfanaw

Dari Kiri: Gus Farique Nidzomuddin, Ning Hanum Khan, Ibu saya (Wardah Mahfoudh), Ning Iif NU, Gus Fikri Romo, dan saya.

ahmadirfanaw

Berfoto Bersama KH. Tb. Rifqi Chowas di Kediaman Beliau (Darussalam Buntet Pesantren).

Pada Desember 2013 saya dan beberapa saudara dari Jawa Timur menghadiri Peringatan Haul di Pesantren At-Tsaqofah Cirebon asuhan KH. Ahmad bin Hasan bin Abu Bakar Bendakerep. Di sela-sela acara saya menyempatkan mampir di Buntet Pesantren Cirebon. Saat itu saya bersama KH. Ma’shum Tirmidzi, Gus Ahmad Mudattsir. Beliau berdua dari Bondowoso.

ahmadirfanaw

Foto Bersama KH. Salman Elt Vareez (Di Tengah).

ahmadirfanaw

Foto Bersama KH. Ahmad Syauqi (Baju Coklat) dan Gus Ahmad Mudattsir (Bondowoso). (Desember 2013)

ahmadirfanaw

Bersama KH. M. Ma’shum Tirmidzi (Bondowoso) mampir di Buntet Pesantren saat Hadir Maulid Nabi SAW di PP. At-Tsaqofah Cirebon (Desember 2013.

ahmadirfanaw

Bersama KH. M. Ma’shum Tirmidzi (Bondowoso) mampir di Buntet Pesantren saat Hadir Maulid Nabi SAW di PP. At-Tsaqofah Cirebon (Desember 2013).

Saya senang bisa mengenal Buntet Pesantren beserta Keluarga Besarnya. Yang saya tahu dari keluarga Buntet, mereka sangat ramah, penuh keakraban. Persaudaraan ini adalah anugerah dari-Nya, dari yang awalnya tidak kenal, kemudian kenal hingga bersaudara, semua dalam pengaturan-Nya… Semoga dalam keridhoan Allah SWT. Amiin…

Rute Jalan Nasional Indonesia

Selain Plat M, Madura juga memiliki simbol lain, yaitu simbol Rute Jalan Nasional
yang mana Madura kebagian nomer urut cantik nomer 21🙂 Rute 21 memiliki ruas jalan yang menghubungkan daerah-daerah di bawah ini:

Nasional21

Sumber: Wikipedia.org Edited by: Ahmad Irfan AW

Kamal – Bangkalan (Jl.Sukarno Hatta – Jl. Halim Perdanakusuma) – Torjun – Sampang (Jl. Jagung Suprapto – Jl. Wahid Hasyim – Jl. Sudirman – Jl.H.Agus Salim – Jl. P.Diponegoro – Jl.Trunojoyo – Jl.KH Hasyim Ashari) – Pamekasan (Jl.Trunojoyo – Jl.Joko Tole) – Sumenep (Jl.Raya Pamekasan – Jl.Trunojoyo – Jl. Jend.Sudirman – Jl.A.Yani – Jl. Urip Sumoharjo – Jl.Slamet Riyadi – Jl.Yos Sudarso) – Kalianget.

Kita berterimakasih kepada para pembuat jalan, semoga amal kebaikannya diterima disisi-Nya. Kakek saya termasuk orang yang senang membuat dan/atau merapikan jalan (agar mudah dilewati). Almarhum ayah saya sering mengajarkan kepada saya untuk  menyingkirkan rintangan di jalan. Ayah saya memberhentikan kendaraannya apabila mendapati rintangan di jalan, lalu menyingkirkannya. Saya berusaha meneladani beliau karena di dalam hadits juga di sebutkan bahwa menyingkirkan rintangan di jalan termasuk dari cabangnya iman. Saya sendiri suka melewati jalan yang belum pernah saya lalui, karena dengannya saya akan mendapatkan pengalaman baru dan melihat Ciptaan-Nya.