BismiLlaah

Disarikan dari kajian Majlis Tasbih oleh: Guru Mulia KH DR M. Dhiyauddin Quswandhi (Emdeka Saka Guru) HafidzahulLâh tadi siang (Idul Qurb 1434 H.) di Pondok Pamulangan Luhur:

Sahabat

Semua manusia menginginkan kebahagiaan namun mengapa kebahagian tersebut justru hanya ada di depan kita? dan tak pernah bisa dialami dalam setiap keadaan? bahkan hanya menjadi harapan belaka?

Karena kita MENGGANTUNGKAN KEBAHAGIAAN pada TERCAPAINYA KEINGINAN dan kita jadikan kebahagiaan itu sebagai TUJUAN dan HARAPAN.

Padahal, kita tahu keinginan manusia tak terbatas sedangkan kemampuan manusia SANGAT TERBATAS. Maka jelas akan banyak harapan yang tak tercapai dan di situlah sumber penderitaan.

”Saya akan bahagia jika saya ……………………………….”

Kebahagiaan yang seperti ini adalah kebahagiaan inderawi yang tak lain hanyalah produk dari pikiran yang TAK DAPAT kita rasakan namun hanya ada dalam HAYALAN.

Lalu seperti apa KEBAHAGIAAN MAKNAWI yang SEJATI?

Kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan yang dialami/dirasakan oleh jiwa/ruh manusia. Kapan dan di mana? Di sini dan kini dalam pusat kesadaran.

Saudaraku, bilamana jiwa manusia telah merasakan kebahagiaan yang hakiki, maka semua menjadi Indah.

Lalu bagaimana mencapainya?

Saudarku, ruh itu akan mengalami kebahagiaan hanya apabila ia berdekatan dengan Allah. Ya, karena ia adalah pencinta (Al-Muhib) yang tak ingin berpisah dengan YANG DICINTAINYA (Al-MAHBUB). La Mahbuban Illa Allaah

Lalau apa yang memisahkan?

Selisih yang memisahkan. Ya, selisih antara kehendak diri dengan kehendak Allah yang memisahkan. Maka hiduplah dengan keridha-an niscaya Allah pun Ridha.

Siapa yang menciptakan selisih? Ego-lah yang menciptakan selisih. Ego-lah yang menciptakan kehendak diri. Ego-lah yang memisahkan yang satu dengan yang lainnya. Ego-lah yang memisahkan jiwa dan Tuhanya.

Hiduplah dengan KASIH maka kebahagiaan akan selalu datang tanpa syarat dan batas baik dalam menempuh sebab maupun akibat, proses ataupun hasil, laku dan tuju.

Ya, ia akan selalu hadir dalam hidup ini, kini dan seterusnya, dalam segala waktu dan keadaan selama-lamanya.

Semoga kita semua dapat merasakan kebahagiaan-Nya yang sejati abadan abadaa. Aamiin birohmatiKa Yaa Arhama-r Rahimin.

wa ShallAllahu ‘ala Sayyidina Muhammadin wa Aalihi wa Shahbihi wa Baarka wa Sallam. WalhamduliLlahi Rabbil ‘Aalamiin.

Semoga bermanfaat.

Iklan